Banyak orang memulai harinya dengan secangkir kopi panas. Sejak dulu, masyarakat Indonesia memang sudah familiar dengan minuman yang dibuat dari biji kopi ini. Indonesia juga terkenal sangat kaya akan beragam jenis kopi yang terbilang sangat unik satu sama lain. Kopi sendiri awalnya berasal dari Afrika sebelum akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tanaman kopi terutama banyak ditemukan di Asia-Pasifik, Amerika Latin serta Afrika. Pohon kopi memiliki banyak jenis, mulai dari yang tumbuh di daerah dengan iklim tropis hingga yang tumbuh di iklim sub tropis. Indonesia sendiri ada di posisi 4 sebagai penghasil kopi paling besar di dunia setelah Brazil, Vietnam serta Kolombia.

Perkebunan kopi yang ada di Indonesia tersebar di berbagai wilayah dan masing-masing memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Dari ratusan kopi khas Indonesia, beberapa di antaranya menjadi primadona karena keunggulannya. Bahkan, jenis-jenis tersebut telah menjadi komoditi ekspor yang unggul. Secara umum sebenarnya hanya ada 4 varian kopi, yaitu Arabika, Robusta, Liberika serta Excelsa. Habitat tempat tumbuh, cara budidaya hingga penanganan pasca panen membuat jenisnya makin banyak di pasaran. Pecinta kopi wajib tahu setidaknya ada 20 jenis minuman kopi yang sangat populer di Indonesia. Berikut adalah penjelasan lengkapnya satu per satu.

Ragam Jenis Kopi Kualitas Unggul di Indonesia

  1. Kopi Arabika

Kopi arabika seringkali diklaim sebagai kopi tradisional dengan citarasa paling baik di dunia. Ukuran bijinya kecil serta tersebar di nyaris segala belahan dunia. Kopi ini juga menguasai 70 hingga 80 persen pasar kopi dunia. Rasa serta aroma dari kopi arabika konon lebih nikmat dan kandungan kafein di dalamnya lebih rendah. Ini membuat kopi arabika lebih aman dikonsumsi dibanding jenis minuman kopi lainnya. Tidak jarang kopi arabika digunakan sebagai bahan pembuatan kopi instan yang bisa ditemui dengan mudah di pasaran. Seringkali juga merk-merk kopi instan mencampurkan kopi arabika dan robusta untuk menghasilkan perpaduan rasa yang pas serta karakter yang seimbang.

  1. Kopi Robusta

Khusus kopi ini, ukuran bijinya besar serta oval. Walau kualitasnya tak sebaik arabika, namun ada beberapa keunggulan tersendiri yang dimiliki kopi robusta. Di antaranya adalah bisa tumbuh dengan baik di daerah panas maupun dingin. Ini membuatnya dapat tumbuh subur di negara beriklim tropis hingga subtropis seperti Indonesia. Harga kopi robusta terbilang lebih murah, terutama karena rasa yang sedikit pahit serta asam. Selain itu, jika dibandingkan dengan kopi arabika, kopi robusta ternyata tinggi akan kafein. Mengonsumsi kopi robusta tentu tidak terlalu direkomendasikan apabila kita tidak terbiasa atau bahkan dilarang minum minuman yang mengandung kafein.

www.pexels.com
  1. Kopi Luwak

Kopi satu ini menjadi fenomenal karena cara penyajiannya yang tidak biasa. Biji kopi harus terlebih dulu dimakan oleh luwak, yaitu binatang sejenis musang berukuran kecil. Setelahnya, biji kopi yang tak tercerna secara sempurna akan dikeluarkan bersama kotoran luwak. Kopi inilah yang diambil sebagai bahan baku kopi luwak. Tentu saja biji kopi yang bercampur kotoran itu akan dicuci bersih terlebih dahulu. Setelahnya barulah biji kopi diproses sebagaimana mestinya. Kopi luwak diklaim memiliki aroma serta citarasa yang sangat khas. Kopi luwak yang asli memiliki harga yang fantastis, yaitu mencapai Rp120.000 per cangkirnya. Ini tentu jauh di atas harga kopi luwak dalam kemasan dari merk-merk ternama yang sering diiklankan di TV.

Kopi luwak juga adalah jenis kopi asli Indonesia. Rasanya lembut dan eksotis serta memiliki sentuhan rasa buah serta sedikit saja rasa rempah-rempah. Semua perpaduan rasa ini didapat dari proses fermentasi biji kopi yang dilakukan luwak saat tengah dalam organ pencernaannya. Kadar kafein dari kopi luwak juga tergolong rendah sehingga aman dikonsumsi siapa saja. Tidak heran jika kopi luwak menjadi kopi paling mahal di dunia. Baik dalam bentuk bubuk maupun siap saji, kopi ini dapat mencapai harga di atas seratus ribu rupiah. Popularitasnya bahkan sudah sampai ke luar negeri dan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan asal Indonesia.

  1. Kopi Sumatra

Kopi khas dari Sumatra terutama berasal dari Mandaling. Keunggulannya terutama adalah tekstur yang halus serta citarasa paling berat serta paling kompleks di antara berbagai jenis kopi lain. Rasanya juga sedikit asam dan baunya tajam serta kaya akan aroma rempah seperti tembakau. Walau demikian, bukan berarti kopi ini mengandung tembakau, hanya aromanya saja.

  1. Kopi Gayo

Masih dari Sumatra, kali ini kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Gayo sendiri sudah dikenal sebagai penghasil kopi paling besar di Asia. Produk kopinya juga sudah diekspor dan menjadi produk yang sangat populer di Eropa serta Amerika Serikat. Kopi Gayo telah dikembangkan sejak 1908 dan termasuk dalam jajaran kopi premium mengingat pengolahannya yang sangat teliti. Rasanya pahit namun gurih dengan tingkat keasaman rendah serta aroma yang tajam. Tidak heran jika kopi ini sangat disukai semua kalangan.

  1. Kopi Sidikalang

Lagi-lagi kopi asal Sumatra, tepatnya kawasan Bukit Barisan. Tanah pegunungan di sini terkenal kaya akan mineral sehingga kualitas kopinya juga turut terpengarhuh. Kopi yang dditanam di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara ini telah dikenal akan mutunya yang tinggi. Bahkan, kopi Sidikalang telah jadi ikon kopi asal Sumatra dan popularitasnya menyaingi kopi asal Brazil.

  1. Kopi Lampung

Jika kebetulan tengah bepergian ke Lampung, Sumatra Selatan, jangan lewatkan untuk melihat hamparan kebun kopi di daerah dataran tingginya. Mayoritas perkebunan kopi itu ialah perkebunan rakyat asal Lampung Tengah, Lampung Barat serta Tanggamus. Jenis kopi yang paling populer untuk ditanam di sini adalah kopi Robusta.

  1. Kopi Jawa

Tidak hanya kawasan Sumatra yang terkenal akan kopinya, namun juga Jawa. Java Coffee atau kopi Jawa terutama memiliki rasa serta aroma nikmat. Popularitas kopi ini bahkan membuat kata Java dalam bahasa gaul di Inggris diidentikkan dengan kopi. Kopi yang berasal dari jenis Arabika ini telah diproduksi sejak era penjajahan Belanda di Indonesia, kira-kira abad ke-17 Masehi.

  1. Kopi Preanger

Kopi Preanger ialah jenis minuman kopi asal Jawa yang sama-sama populer di dunia. Popularitasnya terutama berpusat di Eropa. Di sini, orang-orangnya biasa menyebut secangkir kopi sebagai secangkir Jawa. Kopi Preanger sendiri telah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan dikenal akan rasa yang nikmat.

www.pexels.com
  1. Kopi Arang

Kopi dengan aroma cabai ternyata benar-benar ada. Inilah kopi arang, kopi asli dari Indonesia yang tepatnya berasal dari Jember. Bahkan, kopi arang sudah jadi salah satu kopi terbaik di Pulau Jawa. Sebutannya adalah Java Jampit. Selain aromanya, keunikan lain kopi arang ialah cara pembuatannya. Proses yang harus dilalui untuk membuat kopi ini termasuk menyangrai biji kopi hingga gosong namun rasanya tetap tidak pahit.

  1. Kopi Lanang

Kata lanang dalam bahasa Jawa berarti laki-laki. Kopi Lanang dinamai demikian karena kopi dengan biji bulat ini diyakini akan dapat menambah vitalitas pria. Kopi Lanang sendiri banyak diproduksi di Jawa Timur serta memiliki kadar kafein tinggi. Justru kadar kafein tinggi ini yang membuat Kopi Lanang sangat digemari di luar negeri terutama Amerika.

  1. Kopi Toraja

Kopi Toraja dikenal akan rasa yang unik. Konon, saat kita meminumnya, maka rasa pahit dari kopi akan menghilang secara mendadak. Walaupun asam, akan tetapi kopi ini juga memiliki aroma khas. Ciri-ciri kopinya yang paling umum adalah biji kopi kecil serta mengkilap sementara kulit bijinya licin. Kopi Toraja telah jadi salah satu varian kopi asli Indonesia yang banyak digemari di luar negeri terutama Jepang serta Amerika.

  1. Kopi Kintamani

Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Kintamani, daerah dataran tinggi di Pulau Bali. Karena ditanam di daerah yang sejuk, maka Kopi Kintamani juga memiliki keistimewaan khusus yang tak ditemukan pada jenis kopi lain. Kopi ini akan ditanam secara organik bersama pohon jeruk serta aneka sayuran. Alhasil, citarasa buah segar dan asam seperti jeruk akan turut terasa.

  1. Kopi Flores

Kopi satu ini bukanlah dari jenis Robusta ataupun Arabika. Rasanya terbilang sangat spesifik serta turut dipengaruhi tempat tumbuhnya. Citarasanya justru asam serta murni dengan nuansa lemon ketika dihirup. Tidak heran jika kopi ini menjadi kopi premium yang banyak diburu pecinta kopi.

  1. Kopi Wamena

Kopi organik satu ini berasal dari Wamena, Papua. Daerah tempat tumbuhnya sangat subur sehingga aromanya harum dan teksturnya halus. Selain itu, kopi ini juga memiliki after taste yang manis. Kopi Wamena sudah lama jadi komoditi ekspor ke berbagai negara, seperti Amerika, Jepang, Singapura serta Australia.

  1. Kopi Kona

Biji kopi Kona hanya akan dapat ditanam di daerah Hawaii serta tumbuhnya sangat bergantung pada musim. Inilah sebabnya mengapa nama kopi Kona masih asing di telinga banyak orang. Produksi yang terbatas membuat harganya sangat tinggi. Namun, citarasa kopi yang berbeda dari yang lain membuatnya tetap memiliki banyak penggemar.

  1. Kopi Liberika

Nama kopi Liberika juga mungkin masih sama asingnya seperti kopi Kona. Keberadaannya di pasar kopi dunia juga terbilang masih belum banyak. Ini karena produsen kopi yang mengembangkannya pun terbilang masih sangat sedikit. Kopi ini sendiri adalah perpaduan kopi Robusta dan kopi Arabika sehingga menjadikannya salah satu kopi terbaik di dunia. Kopi ini hanya ada di Liberia, Afrika dan harganya tergolong mahal. Citarasa yang nikmat membuatnya seringkali dijadikan bahan utama dalam pembuatan espresso maupun latte.

  1. Kopi Kolombia

Sesuai namanya, kopi satu ini hanya akan dapat kita temukan di Kolombia, Amerika Selatan. Biji kopinya sebenarnya berasal dari Afrika serta termasuk dalam jenis Arabika. Namun, citarasa kopi ini terbilang lebih nikmat jika dibandingkan kopi Arabika yang biasa.

  1. Kopi Excelsa

Kopi ini dulunya tumbuh di dataran rendah mulai dari nol hingga 750 meter di atas permukaan air laut. Selain itu, tanaman kopinya juga tahan panas serta kekeringan, bahkan bisa tumbuh di atas lahan gambut. Pohonnya dapat menjulang sampai 20 meter dengan daun besar serta warna hijau keabuan. Kulit buahnya lembut sampai bisa dikelupas menggunakan tangan. Di Indonesia sendiri, kopi Excelsa akan bisa ditemukan di Tanjung Jabung Barat, Jambi.

  1. Kopi Jamaika

Kopi Jamaika sering pula disebut Jamaican Blue Mountains. Ini karena tempat budidayanya adalah Jamaica’s Blue Mountain. Harga kopinya sangatlah mahal karena termasuk kopi premium. Keunggulan utama dari kopi Jamaika ialah rasa yang tidak pahit, tekstur ringan dan sangat kompleks dengan rasa serupa krim.

www.pexels.com

Aneka Jenis Kopi Modern

Selain beragam kopi tradisional khas dari Indonesia dan luar negeri di atas, ada juga beberapa variasi olahan kopi yang menjadikannya makin modern. Kita tentu pernah mendengar kopi espresso, cappuccino hingga café latte. Semua itu adalah kopi modern yang telah diracik secara khusus sehingga menciptakan citarasa dan cara baru dalam menikmati secangkir kopi. Kopi-kopi modern tersebut juga seringkali disajikan di kedai kopi modern yang tengah berkembang pesat selama beberapa tahun ini di Indonesia. Mengenali ragam jenis minuman kopi modern ini tentu akan membantu kita dalam memesan kopi yang tepat sesuai selera masing-masing. Berikut adalah sebutan untuk beberapa jenis minuman kopi modern.

  1. Espresso

Minuman kopi ini hadir dalam cangkir kecil dan biasa disebut sebagai espresso shot. Dinamai demikian karena memang rasanya pahit dan berat. Espresso ialah ekstrak biji kopi yang diproses menggunakan mesin khusus. Saripati kopinya akan terpisah dari ampas. Sesaat setelah proses tersebut dilalui, espresso akan disajikan segera dalam sebuah cangkir kecil agar dapat dinikmati. Kopi murni ini tidak menggunakan campuran bahan lain. Biasanya, espresso akan dijadikan bahan dasar dalam mengolah aneka olahan kopi lain. Olahan yang populer adalah espresso dengan tambahan krim serta susu. Sangat jarang ada orang yang meminum espresso shot tanpa tambahan apapun karena rasa yang sangat pahit.

  1. Americano

Minuman satu ini ialah olahan espresso paling dasar. Americano dibuat dengan satu shot espresso dengan air panas. Hasilnya adalah secangkir kopi yang rasanya lebih ringan dan tak sepahit espresso. Nama Americano diambil karena kopi ini sering dinikmati oleh orang-orang Amerika. Americano juga jadi pilihan tepat apabila kita suka kopi yang tidak diberi bahan tambahan lain, namun tidak juga menyukai kopi yang rasanya terlalu pahit.

  1. Latte

Ciri khas latte adalah rasa yang creamy serta tampilannya menarik saat disajikan. Kopi ini termasuk salah satu jenis yang paling banyak peminatnya. Latte merupakan salah satu olahan kopi yang menggunakan espresso dan susu. Kandungan susu di dalamnya lebih banyak ketimbang kopi sehingga menghasilkan rasa manis, jauh dari rasa pahit dari secangkir espresso. Jelas, latte akan memiliki rasa serta aroma kopi yang tak lagi dominan. Minuman ini juga biasanya akan dihiasi latte art. Barista akan memamerkan kreativitasnya saat mengambar di permukaan kopi. Gambar-gambar tersebut antara lain adalah gambar bunga, pohon, daun, bentuk hati dan aneka gambar abstrak lainnya.

  1. Macchiato

Macchiato adalah kebalikan dari latte. Jika latte memiliki kandungan espresso yang sedikit saja dan lebih banyak kandungan susunya, maka macchiato justru memiliki lebih banyak kandungan espresso ketimbang susu. Secangkir macchiato nikmat bisa dihasilkan dengan komposisi espresso dan susu dengan perbandingan 4:1. Terdapat dua jenis macchiato yang kerap jadi pilihan, yaitu latte macchiato serta espresso macchiato. Pada jenis latte macchiato, proses pembuatannya adalah dengan memasukkan sedikit demi sedikit espresso dalam gelas susu. Sementara espresso macchiato dibuat dengan memasukkan sedikit demi sedikit susu ke dalam gelas berisi espresso.

  1. Piccolo

Piccolo ialah jenis latte yang secara khusus disajikan bersama ristretto. Kopi akan mengalami proses ekstraksi sebagaimana espresso. Hasilnya adalah secangkir kopi yang nikmat serta memiliki kadar asam rendah. Rasa pahit serta manis dalam piccolo akan terasa seimbang.

  1. Cold Brew

Sesuai namanya, kopi ini diseduh tidak menggunakan air panas. Cold brew hanya akan mengalami proses penyeduhan menggunakan air dingin dalam suhu ruang. Waktu yang diperlukan adalah beberapa jam sehingga aroma serta sensasi rasanya sangat khas.

  1. Affogato

Minuman satu ini terbilang unik dan bisa jadi pilihan bagi kita yang menyukai sensasi dalam secangkir kopi. Affogato ialah minuman kopi yang ditambahkan sesendok es krim vanilla di bagian atasnya.

www.pexels.com

Cara Penyimpanan Kopi Agar Awet

Kopi termasuk bahan minuman yang cukup awet serta tidak akan berjamur ataupun basi bahkan apabila disimpan dalam waktu lama. Akan tetapi, semua jenis kopi termasuk kopi durian memiliki batas waktu supaya citarasa serta aroma khasnya tidak hilang. Pecinta kopi wajib tahu bagaimana cara penyimpanan kopi yang benar supaya selalu awet dan dalam kondisi baik.

  • Simpanlah kopi dalam bentuk biji agar bisa mempertahankan kesegaran serta cita rasa kopi. Kopi yang telah digiling dan menjadi bubuk akan kehilangan aromanya secara cepat.
  • Tempat penyimpanan kopi juga harus khusus. Ini karena biji kopi yang baru saja dipanggang akan menghasilkan gas dan harus dikeluarkan teratur. Simpan kopi dalam tempat yang dapat mengeluarkan udara namun udara takkan bisa masuk ke dalamnya. Kita bisa menggunakan plastik dengan seal udara atau toples yang memiliki saluran udara. Bisa juga dengan menggunakan toples yang dibuka secara teratur.
  • Suhu serta lingkungan di tempat penyimpanan menjadi salah satu faktor penting ketika menyimpan kopi. Salah satu sifat kopi ialah menyerap bau yang ada di sekitarnya. Jauhkan kopi dari benda-benda lain yang memiliki bau menyengat. Jagalah agar suhunya tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Jangan juga simpan kopi di ruangan lembab maupun ruangan yang terkena sinar matahari secara langsung.
  • Selain tempat yang benar, penyimpanan kopi juga memiliki batas waktu. Kopi akan tetap segar serta nikmat apabila disimpan dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Itulah beragam jenis minuman kopi tradisional khas Indonesia serta luar negeri dan juga kopi yang tergolong modern. Kita yang suka hangout di coffee shop harus tahu dulu ragam varian kopi serta citarasanya masing-masing agar bisa memudahkan saat memilih kopi sesuai selera. Tentunya pengetahuan ini akan membuat kita bisa menghabiskan secangkir kopi secara lebih nikmat. Seiring perkembangan zaman, ada semakin banyak varian kopi di pasaran, termasuk kopi durian yang dibuat dengan menambahkan buah durian ke dalamnya.

Beragamnya kopi asal Indonesia ini bisa jadi salah satu pilihan wisata kuliner bagi kita, terutama apabila kita ingin mencicipi ragam kopi asli Indonesia dari Gayo sampai Wamena. Cara-cara penyimpanan kopi di atas juga diharapkan akan membantu agar biji kopi yang disimpan di dalam rumah semakin awet dan tahan lama dengan citarasa yang selalu terjaga. Walau kini sangat mudah menemukan kopi instan dalam bentuk bubuk, namun pecinta kopi sejati akan lebih memilih menyimpan biji kopi dan menggilingnya sendiri sebelum dikonsumsi.

Leave a Reply